masukkan script iklan disini
Penulis :
Darwin Marpaung Wakil Bendahara Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Labuhanbatu Utara
Fuji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT diatas segala limpahan rahmat dan hidayah nya kepada kita semua…..
Shalawat berangkaikan salam sama-sama kita Ucapkan dengan lafaz.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli ‘ala Muhammad
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali."
(HR. Muslim).
Semoga kita semua mendapakatkan Syfa’at dari Rasulullah Muhammad SAW dengan selalu banyak nya kita mengucapkan shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW.
Pada hari ketujuh Bulan Suci Ramadhan ini izinkan kami menyampaikan beberapa hal sebagai dasar pedoman kita dalam menyempurnakan segala amalan kita kepada Allah SWT.
kajian kita pada kali ini ialah.
Syari’at, tarekat, dan ma’rifat.
1 Syari’at (aturan lahiriah)
1. Kewajiban mengikuti syari’at
“Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) berada di atas suatu syari’at (aturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syari’at itu…”
(QS. Al-Jatsiyah: 18)
2. Perintah shalat
“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat…”(QS. Al-Baqarah: 43)
3. Kewajiban puasa
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa…”
(QS. Al-Baqarah: 183)
4. Tentang halal dan haram
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.”
(QS. Al-Hasyr: 7)
Hadits Jibril tentang rukun Islam (HR. Muslim):
“Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji jika mampu.”
dalam rangka upaya nasehat kepada Ummat agar menyempurnakan amalannya dan bertariqoh... Sebab Tariqoh ada jalan untuk lebih dekat kepada Allah SWT dan berzikir serta membersihkan hati dan segala perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT termasuk Riba.
5. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim, no. 1598).
Ini menunjukkan bahwa syari’at adalah fondasi utama dalam agama.
2 Tarekat adalah (jalan mendekat kepada Allah)
Kata “thariqah” secara bahasa berarti jalan.
1. Perintah mencari jalan (wasilah)
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya…”
(QS. Al-Ma’idah: 35)
2. Jalan menuju Allah
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (mujahadah) di jalan Kami, pasti Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
(QS. Al-‘Ankabut: 69)
3. Pembersihan jiwa
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.”
(QS.Asy-Syams: 9)
1. Tentang ihsan (HR. Muslim):
“Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya; jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.”
2. Hadits Qudsi (HR. Bukhari):
“Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya…”
Ini menjadi dasar praktik dzikir, mujahadah, riyadhah, dan bimbingan ruhani dalam tarekat.
Ma’rifat adalah (pengenalan mendalam kepada Allah)
Ma’rifat bukan sekadar ilmu, tetapi pengenalan hati.
3. tenang dengan dzikir
1. “Ingatlah, hanya Tujuan penciptaan
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS.Adz-Dzariyat:56)
(Ibadah yang sempurna mengandung makna ma’rifat kepada Allah.)
2. Orang yang mengenal Allah akan takut kepada-Nya
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.”
(QS. Fatir: 28)
Hati menjadi dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Hadits
1. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”
(Hadits ini populer di kalangan sufi, namun statusnya diperselisihkan; sebagian ulama menilainya lemah.)
2. Doa Nabi:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rasa takut kepada-Mu dalam keadaan tersembunyi dan terang.”
(HR. Tirmidzi)
Ma’rifat berkaitan erat dengan maqam ihsan.
Dalam hadits Jibril:
• Islam → Syari’at
• Iman → Pondasi keyakinan
• Ihsan → Tarekat & Ma’rifat
Sehingga sebagian ulama tasawuf menjelaskan:
• Syari’at tanpa tarekat → kering
• Tarekat tanpa syari’at → sesat
• Ma’rifat tanpa syari’at → batil
Analogi
• Syari’at = kapal
• Tarekat = lautan
• Ma’rifat = mutiara
Tanpa kapal, tidak bisa sampai ke lautan dan mengambil mutiara.
Demikian yang dapat saya tuliskan mohon ma’af segala kekurangan dan kesalahan semoga menjadi amal kebajikan untk kita semua Aamiin
Wallāhul Muwaffiq ilā Aqwamith Tharīq
Assalāmu ‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh
(Darwin Mapaung)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar