masukkan script iklan disini
## Efektivitas Pengelolaan Sampah Mencapai 90%
Suedi, SH, Koordinator Pengelolaan Sampah PERMATRA Deli Serdang, memaparkan bahwa program pengelolaan sampah yang dijalankan telah mencapai tingkat efektivitas sangat tinggi. Dari seluruh sampah hasil konsumsi masyarakat, hanya sekitar 10% yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan.
"Sampah yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan dari semua sampah hasil konsumsi masyarakat adalah berkisar sekitar 10%. Ini menunjukkan bahwa program kami sangat efektif dalam mendukung kelestarian lingkungan," ungkap Suedi.
## Lima Tahun Swasembada, Tanpa Sentuhan Pemerintah
Suedi menyampaikan keprihatinan mendalam bahwa selama lima tahun beroperasi, bank sampah yang dikelola PERMATRA belum pernah mendapat perhatian, apalagi bantuan dari pemerintah maupun dinas terkait. Padahal, kegiatan ini secara langsung mendukung program pemerintah dari Kementerian Lingkungan Hidup maupun Dinas Kebersihan.
"Hingga saat ini pengelolaan sampah yang sudah berlangsung cukup lama, sekitar lima tahun ini, belum pernah mendapat perhatian dari pemerintah maupun dinas terkait. Sementara sudah dipastikan tindakan peduli terhadap sampah ini sangat membantu program pemerintah," tegas Suedi.
Ia menambahkan bahwa seluruh biaya operasional penanggulangan dan penanganan sampah ditanggung secara mandiri oleh para pengelola. "Hingga saat ini semua operasional ini murni swasembada kami sendiri," ujarnya.
## Dugaan Kepentingan Terselubung: Dari Tidak Peduli Menjadi Intimidasi
Yang mencengangkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa alih-alih memberikan dukungan, pihak pemerintah justru melakukan tindakan yang dinilai sebagai intimidasi. Pemerintah dipergoki memasang plang di lokasi pengelolaan sampah yang diduga bertujuan melarang kegiatan pengelolaan sampah masyarakat.
"Pihak pemerintah sudah tidak dapat membantu dan memfasilitasi, malah pemerintah menakut-nakuti masyarakat dengan memasang plang di lokasi pengelolaan sampah, diduga dengan niat untuk melarang," ungkap Suedi dengan nada kecewa.
Tindakan ini menimbulkan pertanyaan besar: adakah kepentingan terselubung di balik sikap pemerintah yang justru menghambat program swadaya masyarakat yang telah terbukti efektif dan bermanfaat bagi lingkungan?
## Kegiatan Dihadiri Tokoh Penting
Kegiatan koordinasi dan kunjungan ini dihadiri oleh beberapa pejabat dan tokoh penting, antara lain:
- Jonni Kenro Tumeang, S.Pd, SH – Sekretaris Jenderal DPP PERMATRA
- Kol. Purn. Mairuz Sihombing, SH – Koordinator PRINKOP BAYUSMIL (Primer Koperasi Badan Yustisia Militer)
- Suhardi, SH – Kuasa Hukum dan Advokasi
- Sudaryono – Tokoh masyarakat sekaligus Sekretaris Jenderal PUMTARA
## Tuntutan kepada Pemerintah
PERMATRA Deli Serdang menuntut pemerintah untuk:
1. Menjelaskan alasan pemasangan plang larangan di lokasi pengelolaan sampah
2. Mengungkap apakah ada kepentingan terselubung di balik penghambatan program swadaya masyarakat
3. Memberikan dukungan dan fasilitas kepada masyarakat yang peduli lingkungan
4. Menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap aktivitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat
"Kami berharap pemerintah dapat lebih peduli memberikan perhatiannya untuk memfasilitasi masyarakat yang peduli dengan lingkungan, bukan justru menghalangi. Kami menuntut transparansi: apa kepentingan sebenarnya di balik tindakan intimidasi ini?" tegas Suedi.
PERMATRA Deli Serdang menegaskan akan terus memperjuangkan hak masyarakat untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan menolak segala bentuk intimidasi yang menghalangi program swadaya yang telah terbukti bermanfaat.(Team)










Tidak ada komentar:
Posting Komentar